Aku hanya tersenyum, “Masih ada lain kali ya Vi”.Evi hanya tertawa dan kembali ke kamar mandi. Bokeb Desahan dan gerakannya makin cepat, akhirnya melemah diiringi desahannya yang panjang.Akupun mencapai puncak kenikmatanku saat itu. Seiring dengan desahan dan gerakan tubuhnya yang semakin cepat akupun merasa aku akan mencapai puncak kenikmatanku. Tak lama Evi pun mengimbagi gerakanku dengan sesekali menggoyangkan pinggulnya.“Lebih cepat sedikit Ren, ahhh, enak sekali”.Akupun mempercepat gerakanku. Tapi saat itu aku cuma bisa mengagumi dengan melihatnya saja. Sebut saja mereka Evi dan Silvi.Evi yang lebih muda selalu ada di rumah sore hari, jadi aku sering mengobrol dengannya. Rambut hitamnya yang lebat menutupi sebagian besar wajahnya. Tapi saat itu aku cuma bisa mengagumi dengan melihatnya saja. Kamu hebat Ren”. Tidak sengaja aku melihat ke dalam kamar Evi, Evi sedang tidur siang. Cuma ada 4 kamar yang terisi pada saat itu. Evi telah orgasme lagi. Mungkin karena udara di tempat kostku cukup panas dia tidak menutup jendela dan hanya mengunakan kaos tipis dan celana pendek, dan saat itu kaosnya

















