ngapain kamu di situ!” kataku dengan sedikit berteriak saat tiba-tiba kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yang tadi lupa kututup.“Jangan ngeliatin.. Sekarang kita mandi dulu!” ucapnya sambil langsung menggendong tubuhku dan membawa ke kamar mandi yang berada di samping tempat ranjangku.Tubuhku yang masih lemah lunglai dengan kedua tangan dan kakiku yang masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin tepat di bawah pancuran shower yang tergantung di dinding. Bokep Montok Sampai di dalam kamar saya langsung melemparkan tasku. Saat masih asyik memandangi tubuhku sendri, saya dikejutkan oleh sesuatu,“Ouh.. ouh.. jangan Nto.. Nto..” pekikku ketika tangannya kembali turun dan turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir memekku.Kurasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir memekku naik turun dan lalu membelah bibir memekku dengan jemari tangannya yang lincah dan cekatan dan kembali menggosok-gosokkannya hingga menjadi semakin berbusa karena sabun.Sesudah memandikan tubuhku lalu ia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower.




















