Yang melegakan hatiku, kedua anak tiriku itu tidak sempat tersesat pergaulannya. Bokep Barat Yadi pun tidak mau mengganggu gugat segala harta benda yang telah diberbaginya padaku.Ia cuma menyarankan supaya kedua rumah kosku itu tidak dimunculkan terhadap Kang Eman, bahkan mobilku pun tidak usah dipamerkan terhadap suami baruku itu. Langsung makan tanpa menengok ke kanan kirinya lagi.Saat itu suamiku sedang berada di Palembang. Dan aku bergegas mengenakan kimono, tanpa mengenakan beha terlebih dahulu. Saat ini aku merasa nasibku lebih tentram sejak menjadi istri Sulaeman ( yang biasa kupanggil Kang Eman), yang umurnya 15 tahun lebih tua dariku itu. Tapi mataku yang dipicingkan ini terbuka sedikit…sedikit sekali…mengamati ke arah cermin di dinding (karena dinding di dekat tempat tidurku dipasangi kaca cermin full, sekujur dindingnya ditutupi cermin tebal itu).Kulihat Prima masuk, lalu menutupkan kembali pintu perlahan-lahan dan tak menimbulkan suara sedikit pun. Kedua anak tiriku itu tampak bahagia dengan kehadiranku sebagai pengganti ibu mereka yang telah tiada. “Boleh…ciumlah…” sahutku sambil mendekatkan bibirku ke bibirnya.Bibirnya menggamit bibirku, yang kusambut dengan cengkraman bibirku,




















