Pekerjaanku selalu numpuk di kantor. Bokeb Dia lebih asyik belajar bersama tantenya. Lalu mengecup pipiku disusul dengan bisikannya, Sebenarnya aku sudah lama memikirkan hal ini, Sayang. Dengan segala variasinya yang selalu fantastis.Setelah Anneke pulang, masalah yang satu itu menggelayuti benak dan hatiku. Terkadang jam sepuluh malam baru pulang dari kantornya. Ada kulkas kecil, ada kamar mandi, ada satu set sofa, antara lain yang sedang kupakai duduk bersama Santos ini. Lalu kududuki perut Santos, dengan kedua kaki berada di kanan kiri tubuhnya. Yang jelas sebelum malam tiba, aku sudah mandi sebersih-bersihnya, sudah menyemprotkan parfum ke setiap lekuk di tubuhku.Lalu kukenakan kimono sutra putihku seperti anjuran suamiku. Tentang kehidupan seksual dengan suami…!Dia bercerita panjang lebar tentang suaminya yang selalu hangat di ranjang. Berjam-jam kami mengobrol dan saling curhat. Bukankah aku memang sudah mempersiapkan diri untuk menikmati kejantanannya ?O, suamiku tercinta… kenapa aku harus mengikuti keinginan anehmu, sehingga aku makin mengagumi temanmu ini ?Dalam batin yang semakin limbung, aku duduk di pinggiran bed sambil memberi isyarat agar Santos duduk di










