Kulihat wajah cantiknya yang bersimbah peluh masih pingsan, tampak tak berdaya, nafsuku timbul lagi. Tiba-tiba aku teringat, Ai Ling bisa sadar kapan saja dan meronta-ronta. Bokep Arab Ai Ling hanya bisa menangis sesenggukan tanpamelawan lagi, sudah pasrah rupanya. “Oh jadi elu mau maen kasar ya, OK!!” teriakku. Dengan terpaksa akhirnya Ai Ling melayaniku tiap hari sampai aku bosan
dan mencari mangsa lain. Kugiring ia ke dalam kamar khusus karaokeyang kedap suara dan kukunci pintunya. Ia kembali merintih mohon ampun dan mengeluh kesakitan di kemaluannya. Kucuci cetak foto itu dan kutunjukkan ke Ai Ling tiga hari kemudian pada saat ia masuk kuliah. Jelas ia tak berkutik, di sampingnya ada aku yang memeganginya dan menempelkan pisau di pinggangnya. Darah yang mengalir dari puting dan kemaluan Ai Ling semuanya kuhisap dan kujilati sampai kering. Pantas ia merasakansakit yang amat sangat, itu karena aku menembus selaput daranya dengan paksa. Di dalam bak mandi itu aku kembali memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya. Ia berteriak kesakitan karena ukuran batang kemaluanku yang besar itu dan




















