Ia harus sampai ke tujuan!Aku pun merasakan tujuan asmara telah tampak di pelupuk mataku. Sejenak aku memandang ke arah pesawat telephone di sisi ranjangku.Haruskah aku menelphone Tania sekarang, malam-malam begini? Bokep Korea sayang, bibir Mas sekarang sedang mencium lembut perutmu yang putih. Tetapi tidak lama kemudian berubah liar, diselingi teriakan-teriakan tertahan, dan suara-suara basah yang berdecap-decup dari bawah sana.Tangan Tania dialihkan dengan memeluk erat punggungku, seolah Tania menginginkan tusukanku lebih dalam lagi. Tania menggelinjang-gelinjang dengan nikmat, sehingga air dalam bathtub kami bergolak-golak seirama dengan gejolak nafsu kami di pagi buta itu. sekarang..”, Nia tidak kuasa meneruskan kata-katanya.“Iya.. Dengan kasar Tania meremas-remas rambut kepalaku, Tania mencakari punggungku sambil menaik-turunkan tubuhnya. Menyesal karena merasa dirinya terlalu ragu-ragu bertindak.Tak lebih 15 kilometer jauhnya dari kamar tidur Tania, aku juga sedang terlentang sendirian di ranjang besar di kamar tidurku dengan mata nanar memandang langit-langit.Aku juga tidak bisa tidur malam ini, walau separuh laporan perusahaan yang penuh angka dan paling menjemukan telah habis aku baca.Entah kenapa, malam ini aku begitu merindukan Tania.




















