Cuma nafasnya saja turun naik. Ritsluiting jeans-ku kuturunkan. Bokep Family Baju daster Silvia kubuka. Matanya terbuka lebar memandangku. Tenang. Aku kembali pada posisi semula. Penisku berdiri tegang melihat kecantikan sosok tubuh Silvia.Buah dada yang membusung dihiasi puting kecil dan daerah di bulatan putingnya kemerah-merahan. Silvia melenguh keenakan, sungguh suara yang merdu dan hal ini membuatku grenng lagi. Ketika matahari sudah lenyap dan langit Jakarta sudah gelap, ketika aku memutuskan untuk pergi dari Stasiun Gambir (karena merasa dikerjai), tiba-tiba ada seorang wanita tua yang menghampiriku.Wanita yang mirip nenek-nenek itu menyampaikan pesan bahwa aku telah ditunggu wanita bernama Silvia di sebuah taksi yang berhenti di halaman parkir. Tangannya memeluk erat-erat pinggangku. Perlahan- lahan kutekan ke dalam. Suaranya mengiba-iba membangkitkan gairahku.“Kau suka?”, tanyaku.Dia tersenyum. Cukup lama, aku menunggu sendiri di peron, hampir satu jam hanya duduk memandang orang-orang berlalu-lalang.




















