Suasana kantor sudah mulai sepi karena para staff kantor dan karyawan sudah mulai meninggalkan tempatnya masing-masing. “Emmh.. Bokep Cina “Pak…jangan gitu ah…” kataku gugup. Tak lama ia berkata…
“Puas banget malem ini, Non gimana?“ tanyanya sambil memilin putingku
“Saya juga puas banget Pak, ini rahasia kita aja yah Pak jangan ada yang tau” kataku
“Pasti lah Non, bisa gawat kita kalau ketahuan kan” katanya yakin, “kalau kita main sekali lagi masih pengen gak Non?”
“Boleh… siapa takut”, aku tersenyum nakal, kuakui nafsu seksku memang tinggi, kadang ex-boyfrienku pun kelabakan untuk memuaskanku, maka kini mumpung ada kesempatan aku juga ingin memuaskan diri apalagi setelah stress akibat pekerjaan. Aku kaget saat jari tangannya mulai menjepit hidungku, sehingga mau tidak mau aku harus menelan habis seluruh air maninya agar tidak membasahi kemejaku yang masih menempel di badan. Kedua puting payudaraku ia dekatkan satu sama lain lalu dilumatnya dengan rakus secara bersamaan. Tangan kanan Pak Oskar bergerak melepaskan tali yang mengikat bra-ku. Kulakukan gerakan maju mundur, penisnya terus menggesek rongga mulutku, lidahku terus merasakan urat-urat penisnya




















