Aku dan Sherly duduk di sofa mengapit Edo di tengah. Bokep Well, mobil itu keren, kesannya macho seperti Edo. Setengah kaget bercampur seperempat penasaran, aku bilang, “waw… pasti seru yah??” sahutku sambil menyelidik. Sherly dengan tak sabar merogoh penis itu dan mengeluarkannya dari balik celdam Edo. Dan edo kini mencoba merangsangku. Lalu dibisikkannya sebuah nama di telingaku, “Edo…” Mataku terbelalak, hmmm, aku ingat Edo, pria macho yang seminggu lampau dikenalkan padaku.Singkat kata, kuiyakan saja ajakan threesome itu, itung-itung pengalaman baru untuk memuaskan rasa penasaranku, apalagi aku sudah 2 bulan tak tersentuh seks, karena suamiku masih di luar negeri. Kalau memang lelaki bisa dinikmati bersama, kenapa perempuan harus posesif begitu rupa, pikirku.Setelah hampir satu jam kami bercumbu mesra bertiga, permainan kami segera mencapai klimaksnya. Setengah kaget bercampur seperempat penasaran, aku bilang, “waw… pasti seru yah??” sahutku sambil menyelidik. “Ya, iya lah, seru ‘kali, soalnya gw juga belom pernah threesome,” katanya sok alim.














