Mangke setengah jam malih …,” Lho, kok bahasa jawa? Tempat itu terasa lebih basah daripada sebelumnya. Bokeb Si bukit kembar yang kenyal. Kancing masih terbuka.“Apa kau ..?”
“Ya … . Sepanjang sejarah hidupku. Mangke setengah jam malih …,” Lho, kok bahasa jawa? Tapi bukan itu alasannya. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku. Dia membuka kancing bajunya tepat di area itu. Itu kaki orang dewasa. Agak lama dia membukanya. Ya iyalah. Meremas pangkal dadanya. Sangat keras. “Nuwun nggih mbak.”Aku duduk menunggu. Aku kembali menggesekkan kakiku, menunggu responsnya. Matanya juga terpejam ternyata.Tiba-tiba ibu itu menggeser sedikit tubuhnya. Aku merasakan bahwa dia memakai BH yang berenda. Aku kembali mengelus pahanya. Mohon maaf bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan lampu tidur tidak dapat menyala,” kata kenek bus itu mengagetkan aku.“huuuuu,” para penumpang menyahut serentak. Sentuhan itu ringan, seperti melayang.




















