“Thank you sir!” kata si anak. Arline menciumi wajah ndeso itu dengan penuh kelembutan dan akhirnya keduanya melakukan “french kiss” lagi dengan posisi saling mendekap. Bokep Tante Ia tidak menganggap itu sebagai kerja yang hina lantaran menerima bayaran dari hasil desah dan keringat maksiat Arline. Hamzah pun berusaha untuk lebih hati-hati berkata-kata agar menjaga perasaan Arline. Pada kesempatan lain, ia menolong seorang korban kecelakaan lalu lintas di depan kampus sebuah perguruan tinggi. Sejenak Arline terdiam. Dia memainkan jemarinya dan mulai merogoh masuk celana dalam itu, menjemput batang kelelakian si sopir taksi. Semua terasa seperti tindakan ‘bawah sadar’ yang telah terbentuk sedemikian rupa selama bertahun-tahun, sejak ayahnya yang telah almarhum menanamkan nilai-nilai kearifan tradisional dalam diri Hamzah.#########################
Hari itu Hamzah kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa. “Maaf, apa ini punya Mbak? Kawin dengan lelaki yang mampu memberi nafkah cukup lahir batin–tidak sekedar limpahan materi yang semu belaka, hidup bahagia, punya anak dan menikmati kehidupan,” Hamzah mengucapkan kalimat tersebut sesantai mungkin tanpa beban, ia ingin mendengar pendapat Arline mengenai hal ini.




















