Hahahahahaaa.” Farel tertawa terbahak-bahak.Aku gak memperdulikan ucapan Farel soal pakaianku, yang ku fikir hanya bagaimana bisa dekat dengan Budi. Semuanya berjalan sesuai rencana. Bokepindo “Lah kayanya dia ada dibawah deh sekarang. Siaaallll, itu tepat banget didaerah g-spotku. Aku tersenyum dan mengelus wajahnya. “Enak, makasih ya teh.” Katanya. Apa mreka ga takut barang-barang ada yang hilang? Dia nanya ke aku, katanya kok teteh pake pakaiannya sexy. Bisa lebih dari 20 orang kalau dimalam minggu. Segala yang aku perlukan tinggal aku minta belikan pada mreka siapa saja yang ada dirumah.Suatu hari, tiba-tiba aku mendengar suara laki-laki yang menyanyi-nyanyi diluar kamarku. Gumamku dalam hati. Diam didekat pintu dapur sambil lirik sana sini, basa-basi menyapa mereka, mungkin hari itu sekitar kurang lebih 15 orang yang sedang berada dirumahku. Gumamku dalam hati. Aghhhh, padahal aku belum apa-apa. Deket kok rumahnya teh. Menunggu Farel mungkin. “Oohhh itu.




















