Pak Adi muncul dari sana,“Gimana? Bokep Indo Kulihat lebih jelas ke arah tabletnya, busyet….ternyata di balik gayanya yg sibuk mencatat dia sedang menonton klip bokep di alatnya itu. Aqu diikat dgn tangan ke atas bersebelahan dgn Bu Melinda. Bu Melinda menatap sayu ke arahku, Pak Ahmad yg menyadari kehadiranku juga menoleh ke arah pintu sembari tersenyum mesum.“Halo Kir, sini!” panggilnya, “ikutan yuk, biar rame!”“Eeerr….aqu…”Belum sempat aqu mengiyakan, badanku sudah didorong seseorang dari belakang sehingga masuk ke kamar. (mereka dapet duitnya darimana, itu sih tanyakan pada rumput yg bergoyg)“Gimana Pak Yahya? Sementara Mas Roy memangnya hombreng sejati, pernikahannya hanya sandiwara belaka gara-gara dulu dijodohkan orang tua. Deal or no deal?” Pak Adi mengulurkan tangan mengajaknya bersalaman.“Baik…deal dong, masa deal lah…aqu terima deh, apa nih tebakannya?” Pak Yahya menerima uluran tangan atasanku.“Gampang…sekretaris aqu ini pakai BH gak?”Tiba-tiba saja semua mata memandang ke arah dadaqu menebak-nebak, walau terbiasa dgn tatapan liar lelaki, namun ditatap banyak mata sekaligus untuk bahan tebakan kok sedikit risih juga yah rasanya.“Hhhmmm…ngga pakai!” jawab Pak Yahya setelah




















