Dan aku pun berangkat malam itu.Nyonya Hana sudah menungguku saat aku tiba di villa. Aku juga harus mematuhi seluruh perintah-perintahnya dan menerima semua yang dilakukannya kepadaku. Bokep India Tubuhku terasa sangat lemas. Aku berteriak histeris. Tanpa basa-basi lagi Nyonya Hana meneteskan lilin-lilin panas bertubi-tubi ke arah penisku. Dia tidak cantik, namun berpenampilan anggun. Tar! Bisa-bisa aku tersesat karena tidak tahu arah sama sekali. Aku sedikit gembira karena tubuhku sudah sangat lemas. Dia kemudian memerintahkan aku untuk mengotori seluruh badanku dengan lumpur sungai yang ada di situ. Aku menunggu dengan hati berdebar-debar. Aku hanya dapat berteriak kesakitan dan memohon ampun pada Nyonya Hana. Tapi aku tidak punya pilihan lain selain kembali kepada Nyonya Hana. Kedua tanganku terikat ke atas dan kakiku pun sedikit terangkat ke atas, sehingga aku hanya dapat bertumpu pada ujung jari-jari kaki.Nyonya Hana lalu mengambil cambuk dan mencambuk tubuhku sekitar 30 cambukan keras.




















