Irwan. Bokep SMA Irwan tau kalo aku ingin segera dipuaskan, tiba-tiba saja dia menghentikan perbuatannya. au…”jeritku merintih menahan sakit dan perih. Irwan menyuruhku berdiri, kemudian sedikit menungging, aku menghadap meja yang ada di depanku, dr. dokter suka ya mainin dada Mirna?” ucapku.Tanpa menunggu waktu dia langsung mengulum dan menjilati payudara ku dengan penuh nafsu, seperti bayi yang sedang meyusu kepada ibunya. “gapapa Mir, entar lagi juga enak koq sayang” balasnya. “mau saya pijitin gak, sus?” Tanya nya. Dia mencium leherku dari belakang, desah nafasnya dan ciumannya membuat birahi ku naik. Irwan memang sangat luar biasa, karena takut menyakiti ku dia pun sangat halus dalam melakukannya, dia memasukkan penisnya inchi demi inchi, dan akhirnya blessssssss… penis dr. Hal itu terjadi selama 3 tahun aku bekerja di rumah sakit itu, dan kini aku sudah pindah juga telah mempunyai seorang suami dan seorang anak, tapi tetap saja aku selalu merindukan saat-saat indah bersama dr.




















