Aku jawab dengan nada yang ramah serta menebar senyuman yang memikat hati Ramah agar dianya dapat yakin dan percaya. Ramah tidak diterima dilingkungan keluarga lagi bang. Bokep Indo Ramah bertanya lagi ” bang ayo donk…! Ada di kamar 19, masuk aja bang, ngga apa-apa itu disini bisa kita jaga keamanan. Ramah juga tidak mau kerja ini tapi orang tua Ramah sendiri menghancurkan masa depan Ramah. sukanya memberitakan kesusahan orang lain. Aku memaki diriku sambil menangis, kenapa aku segampang itu mengikuti godaan setan yang menimpaku. Kami berangkat tiga pasangan yang semuanya pacaran, ongkos kami kumpul-kumpul bersama. Rokok sudah habis aku ambilkan tas kecilku yang di dalamnya ada alat perekam suara, langsung kuhidupkan. “abang kok tega kali merekam suara Ramah, untuk apa bang ?, abang wartawan ya ? Roni menyetujuinya, aku senang karena Roni mau ikut bersama-sama. Panjang lebar cerita hujanpun tidak kunjung berhenti, minuman Jus sudah habis, pemilik café menyiapkan barang-barangnya untuk tutup.




















