Untuk buang kesal, aku jalan-jalan lihat mobil-mobil di showroom. Bokepindo Kelvin menjemputku di kantor lagi malam itu. Kelvin makan banyak sekali. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti. Aku diam-diam menggunakan mental calculation mengkira-kira pendapatan dan pengeluarannya setiap bulan. Kelvin makan banyak sekali. Tapi hanya sebentar saja, karena tangannya kemudian berpindah meremas-remas pantatku.Aku mulai protes di saat gerakannya kian turun ke bawah, ketika jari-jarinya mulai menyusup ke dalam celanaku dan menyentuh bulu-bulu kewanitaanku. Dasar cowok juga, kalau ada maksud mereka tidak pernah bertanya atau perduli kalau kita sudah punya pacar. Kapan kita lunch bareng?”
“Waduh, aku sibuk banget minggu ini.”
“Gimana kalau besok. Tetapi baru saja aku menyetujui ajakan lunch-nya. Aku heran, untuk porsi makannya yang jumbo, layaknya tubuhnya menyerupai balon, tapi dia tergolong kurus. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti.




















