Kamar saya berantakan. Aqu menjawab,“Iya nih Pak, lagi kepanasan. Film Porno Gambar-gambarnya bukan main. Aqu segera ke kamarnya dan kuambil lagi majalah porno yg tergeletak di atas tempat tidurnya.Begitu tiba di dalam kamar, Pak Martin bertanya lagi, “Betul kamu tak malu?”, aqu hanya menggelengkan kepala saja. Tampak Pak Martin tersenyum dan aqu berpura-pura minta maaf.“Sorry, Siirr”. Memang di situ perempuan-perempuannya terlihat seksi karena kelihatan pahanya termasuk pahaqu yg cukup indah dan putih.Tiba-tiba muncul bapak guru bahasa Inggris tersebut, sebut saja namanya Martin (bukan sebenarnya) dan kita semua bilang,“Selamat pagi Paa..aak”, dan dia membalas sembari tersenyum.“Ya, pagi semua. Pak Martin berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yg masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaqu sembari salah satu tangannya menunjuk gambar lelaki memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan seorang perempuan yg tampak pasrah di bawahnya.“Boleh saya seperti ini, Et?”.Aqu tak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataqu perlahan.




















