“I love you Anti…”, kubisikkan rayuan ku ke telinganya.Anti yang masih awam dengan percintaan seperti ini nampak kaku. Bokep Family Aku memintanya ketemu di hotel, aku beralasan kontrak rumahku telah habis, dan memerlukan waktu mencari kontrakan baru, sehingga sementara aku menginap di hotel yang murah. Umur ranti masih sekitar dua puluh dua, sehingga tubuhnya masih segar. Sampai Anti ke mall maupun berkumpul dengan temannya pun, ia selalu mengajakku, hingga suatu hari aku pun iseng menyatakan cinta, dan sungguh jawaban yang tidak pernah aku bayangkan, ranti menerimaku.Kami akhirnya pacaran, hingga berlanjut sampai sekitar 2 tahun. Pulangnya dia juga meng-sms aku agar menjemputnya. Belakangan inilah aku sudah mulai menaruh curiga. Kini yang aku alami juga hampir serupa, sekarang bagiku semua perempuan di dunia ini hanya menilai seorang pria dari segi materi. “Apes deh…”, kataku.Tidak apalah pikirku, anggap saja buang sial, aku bayarkan dengan uangku terlebih dahulu.




















