Mbah Centeng tidak bergerak sama sekali supaya aku bisa terbiasa dengan penisnya terlebih dahulu. “iya, jadi kalau yang datang pria dan ngeluh penyakit yang gak sembuh-sembuh, nanti dia harus ******* ama dek Vina supaya penyakitnya kebuang lewat pejunya”. Bokep Mama “ada apa bos,, manggil-manggil kami, orang lagi enak-enak tidur juga,,,”. “maaf ya, gue tadi main dulu, abis tanggung sih”. “bentar ya, gue e-mail si Wawan dulu biar dateng ke sini”. gimana caranya?”. Aku memutuskan untuk mencobanya, daripada aku tidak melakukan usaha apa-apa dan bisa-bisa lama kelamaan aku menjadi gila. Hantu Wawan menghilang dan berubah jadi asap sehingga kami tinggal berdua lagi di ruangan itu. “emang sih gak masalah buat gue mukanya, tapi tau gak sih lo, masa’ dia punya biodata gue gitu”. Aku juga jadi memikirkan masalah mualku ini. “mbah,, bangun mbah,,”, kataku sambil menggoyang-goyang badan Mbah Centeng. “ayo dek Vina silakan masuk”, suara Mbah Centeng ketika aku turun dari mobil dan menuju teras rumahnya.




















