Silahkan ambil nyawaku ! Masih terlalu kecil daripada kehangatan yang selalu dan selalu Sava berikan. Bokep Family Mulutnya yang mungil melahap seluruhnya lalu, menyedot-nyedot sedikit dan melepaskan kulumannya sejenak.“Hihihi enak ya ternyata, kenyel gitu kayak bakso,” wajah Sava memerah, dia menjulurkan lidahnya ke arahku.“Tapi jangan dimakan ya !”“Gak kok Qora cayang, hhhmmmm,” dalam hitungan detik Sava kembali melumat, lalu tangannya memberi kode agar aku gak hanya diam menikmati kulumannya. Setelah puas bermain di kedua payudaranya, bibirku turun ke perutnya, menjilati pusarnya yang imut. AKU RELAAAAAAA !”“Baiklah.”Entah darimana datangnya suara yang menggema di otakku, suara yang berat dan juga dalam. Sava tersedak, spermaku meleler keluar dari mulutnya. Kali ini lebih melambat, jauh lebih lambat, dan hanya mengulang-ulang bagian yang sama.That is why all the girls in town
(Girls in town)
Follow you
(Follow you)That is why all the girls in town
(Girls in town)
Follow you
(Follow you)That is why all the girls in town
(Girls in town)
Follow you
(Follow you)~ o0o ~
Dengan tubuh yang basah kuyup karna hujan yang terus mengalir tanpa henti, aku tersenyum, memandang




















