iya.. “Iyan… hhmmppff..!”
“Hhuuaaa..! Bokep Montok Setelah kunci berpindah tangan ke Irene, “Plaaakk..! Sambil tetap mengusap rambutku, Irene mulai respon nihsepertinya, nafasnya mulai agak kedodoran juga waktu kucium lembutmerata leher samping terus ke depan. bantuiiinn agghh..!”
Weheheh.. Berulangkalikuulang style itu pada vaginanya. Kujulurkan lidahku mengusap pelan dan lembut dari atas pubichairnya menuju ke bawah. kkkaalliiaan???”Huaaaaa pintu kelas kebukaaa.. “Eh yah CX-nya kok nggak ada?”
“Iya, tadi pagi dipake ama Chie-chie keluar kota, aku cuman numpang berangkat, napa..? Sesampainya di luar toilet, “Yan..! kalo.. Hihihi kayanya bangga juga ditubruk amaorang hebat kaya kamu..”
“Hebat nubruknya..! oohhhYaaannn..!”Celah Lisbeth berbeda dengan Irene, lebih hangat danmenggigit (tentunya aku tidak akan ngomong ke Irene dong, huehee..jahat nih vagina bisa kaya gini menghajar penisku). Tahu siapa aku..? Tubuh Irenekejang-kejang seperti orang kesetanan, matanya tertutup rapat danmulutnya terlihat setengah terbuka hanya mengeluarkan desisan panjang.Terasa olehku lelehan bahkan pancaran lendir yang keluar dari liangkemaluan Irene menerobos melewati celah-celah sempit di antara dekapandinding dan bibir kemaluannya yang menjepit batanganku, terus menetesdan mengalir sampai jauh.




















