Dia terlihat kecewa karena wanita yang dilihatnya tidak terlihat di kerumunan tersebut.Kereta datang dari Arah serpong menuju Tanah Abang, Bram berdesakan untuk naik kedalam kereta. Bos, Posisi dimana?
Udah jalan belom?
– Lucas“Yaelah nih bocah gak sabaran amat yak..” Gerutu si Bram sambil nyisirin rambutnya yang masih basah. Bokep Arab – BramTangan chintya semakin agresif bak ramboo di hutan vietnam, membuka resleting Bram saat kereta sedang berjalan. Hidung mancung, mata bulat, pipi bagaikan bakpao hangat, dan satu yang sangat diperhatikan Bram, ya payudaranya bagaikan Gunung yang sedang ingin erupsi.“Anjing! Satu orang”Setelah membayar dan mendapatkan tiket, mata Bram langsung mencari sosok wanita tersebut namun naas wanita tersebut telah meninggalkan barisan loket tersebut.Bram langsung berlari menuju tempat menunggu datangnya kereta, stasiun penuh sekali hari itu. Jantungnya dag-dig-dug seperti tabuhan gendang dangdut pantura. Ojeknya udah nunggu didepan tuh..” Teriak mamanya Bram sambil masak sup bakso buat dirumah.Bram melesat bak pelor yang dihempaskan dari pistol FN, langsung menyambar tangan mamanya untuk berpamitan.“Mah aku pergi dulu mau ke rumah lucas.” si Bram langsung cabut naik




















