Aku memandang smartphoneku untuk kesekian kalinya, masih tidak percaya dengan apa yang kulihat: sebuah foto yang sedang menampilkan diriku sedang menyusuri koridor rumah sakit tempat aku bekerja. Film Porno “Kamu cantik sekali sayang…” katanya sambil meremas payudaraku.“Aaahhhnngg…” Aku tak tahan lagi. Kuhisap pangkalnya sambil kutarik keluar mulutku hingga ke ujung, kemudian kuemut sebentar kepalanya lalu kumasukkan lagi ke mulutku hingga mentok. Tampak puas sekali melihat kondisiku yang sekarang. Dia pasti masih ingat ceritaku soal tubuhku yang mudah terangsang. Makanya kupikir jika aku bisa memuaskannya (meski hanya lewat oral seks) dia akan puas dan aku bisa pergi.Kini celana jeans dan boxer miliknya sudah turun. Entah sejak kapan kancing kemejaku dia lepas, yang jelas kini tangannya sudah sibuk bergerilya meremas bra yang menutupi payudaraku. Aku membalas chatnya dengan pertanyaan:Kamu ngapain ke sini?Dia menjawab:Mau ketemu sama bidadari yang hadir di mimpiku setiap malamAku hanya diam dan tidak membalas chat darinya. Itu salah satu becandaan jorok yang sering kami lempar ketika sedang chatting.Ketika tawa kami reda, dia melempar senyum.




















