Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Bokep Korea Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Selera makanku mendadak punah. “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Namun apa yang terjadi? Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Tes! Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? Ucap isteriku kalem.“Iya. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.“Gimana nggak nangis! Katanya mau kayak Rasul? Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.




















