Lina menoleh, menutup telepon dan tersenyum. Tangannya memegang erat tempat tidur.Perlahan dengan napas tersengal-sengal kakinya diangkat, ditariknya sebuah bantal, ia taruh di bawah pantatnya. Bokep Korea Yuni nampaknya juga tak berminat untuk merasakan kegerahan mereka berdua, hal ini nampak sekali karena selama tiga hari ini Yuni lebih lengket padaku, maklum dia mending milih sasaran yang lebih ’empuk’ kalau terpaksa. Namanya Alex dan kami biasa bertukar cerita tentang kehidupan malam. Lina menggeleng lembut. Frank orangnya gempal tapi funky, terkenal jago ‘cari’ cewek kepulauan di kalangan senior. Akupun sudah tak kuat menahannya, tatapan Lina bak macan saat melihat penisku siaga satu di depan lubang surgawinya. Kutarik napas dalam-dalam. Kami tak mengganti posisi, dengan satu posisipun kami telah melanglang berbagai buana pagi itu.Setelah klimaks, kami tetap berpelukan. Yah, padahal aku sudah sedikit berubah pikiran. Ketika keluar dari kamar mandi, Lina sedang menelepon.










