Tapi kami tidak sempat menikah, sebelum masa Iddahku berakhir, karyawanku yg lain yang sekampung dengan Mardi bersama mantan suamiku berhasil membebaskan aku dari pengaruh guna2 Mardi.Kini Mardi entah di mana, aku masih tinggal di restoranku. Tapi Mardi tetap memberikan lagi segelas es legen kepadaku Cuma rasanya agak asin kali ini, mungkin sudah agak basi pikirku. Bokep Family Mardi orangnya biasa2 saja tak ada yg istimewa dari dia. Baru setelah supir restoran mengeluarkan mobil dan menunggu di luar aku siap2 hendak berangkat. Pantes dia tadi pasrah gak ngapa2in.Memang Mardi paling hanya berumur 20 tahunan, gak tau deh. Mardi makin berani dengan meremas2 tangan kiriku, karena aku diam saja maka tanganku diarahkan ke penisnya yg sudah tegang. Saat suamiku pamitanpun aku hanya diam saja. Mardi yang jongkok dibawah menatapku yg sedang duduk di kursi kasir yang letaknya tak jauh darinya. Kayanya dia tau kalau aku tau apa yg dia lakukan tadi. Saat aku berkerja akupun jadi gak enak. Sementara tangannya memegang kepalaku sambil membelai2 rambutku. Sedikit saja aku bergoyang lagi




















