Hanya bosan. Dan sekarang kejadian lagi. Link Bokep HRC hampir tutup. Itu saja. Segar. Banyak cewek-cewekku yang jauh lebih menarik untuk kuajak ke tempat tidur. Malah sebenarnya aku hanyalah Social Drinker yang hanya kebetulan agak terlalu social semalam. Atau ia sekarang punya kepandaian mencopet?Tahu-tahu aku didudukkan di bangku kiri. Kedua tangannya bertumpu di atas meja. Tapi sengaja aku membuat diriku seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat. Kedua tangannya bertumpu di atas meja. Yang ada di otakku adalah bagaimana caranya membujuk Felly untuk mau menemaniku di tempat tidur nanti malam. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul 2 lewat. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Kucium bibirnya beberapa saat. Memang ini hari sialku.Apa tidak ada yang bisa bikin aku lebih sial lagi? Detik berikutnya baru aku sadar di mana aku.




















