Padahal uang itu nilainya besar sekali bagiku. Bokep Crot Tiga atau empat hari lagi, aku pasti sudah tidak sanggup lagi bertahan. Tidak ada seorangpun yang peduli antara satu dengan lainnya. Letaknya bersebelahan dengan dapur. “Terus, tujuannya mau kemana?” tanyanya lagi.“Cari kerja”, sahutku tetap polos. Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Perlahan namun pasti aku mulai menekan pinggulku ke bawah. Semuanya aku simpan di bank. Saat melihat buku tabungan, aku tersenyum sendiri. Nyonya Wulandari langsung memeluk dan merebahkan kepalanya di dadaku yang basah berkeringat. Aku memeluk punggungnya yang terbuka, dan merasakan kehalusan kulit punggungnya yang basah berkeringat. Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Membayangkan semua yang baru saja terjadi hingga terbawa ke dalam mimpi yang indah.Sejak malam itu aku kerap kali dipanggil ke dalam kamarnya.



















