Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.Semula aku memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Bokep Mama “Eh, iya..”, sahutku agak tergagap. Dan aku seolah masih tidak percaya bahwa Reni ternyata masih perawan.Aku bisa mengetahui ketika kuraba pada bagian pangkal pahanya, terdapat cairan kental yang hangat dan berwarna merah. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.“Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda. Dia melangkah gontai ke kamar mandi. “Kenapa?” tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.Hampir tengah malam aku baru pulang. Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya di atas pahaku. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. Aku hampir tidak percaya bahwa malam ini aku juga mengambil keperawanan dari gadis yang begitu aku sukai ini. Dan aku memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun.




















