Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Bokep Indo Terbaru Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Katanya mau jadi isteri shalihah? “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya.




















