Katanya, “Mungkin. “Aku tak suka.”
Tapi seolah tak mendengarku, jemarinya meraih batang kemaluanku. Bokep Colmek Kamu merusak mood-ku saja.”
“Maaf. Kutekan saklar lampu. Mau tidak ? Setelah itu keheningan kembali di antara kami. Kedua buah dadanya terlihat menyembul dari balik bra krem yang ia kenakan. “Kamu marah?” kudengar ia bertanya. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya-dan di pikiranku juga. “Hey, jangan cemberut begitu. Kuangkat tubuhku ke atasnya, dengan sebelah kaki menopang di sofa, dan sebelah lagi menopang di lantai. Persetubuhan pertamaku. Kulihat ia masih berdiri menghadapku dengan senyum di depan stereo set. “Ahhh,” ia mendesah saat kulakukan itu. “Kamu…,” ucapku. Waktu membawa keheningan. Kurasakan jemari tangannya yang lain meraih tanganku. Ia tersenyum memandangku. “aku ingin mengecupmu.”
Kutatap ia dengan alis berkerut. Kupandang ia dengan hasrat yang menggebu. Tapi kedua lengannya menahan pundakku. “Thanks,” katanya sambil tersenyum. Lalu kubaringkan tubuhku di atas tubuhnya. Aku terlena saat bibirnya memagut bibirku. Kurasakan sesak yang luar biasa.




















