Aku ingat, bahwa aku harus menghidupi anaku. Om Roby yg sedang duduk di belakang meja kerjanya menatapku dengan tatapan mesumnya, yg seolah menelanjangi tubuhku.“silahkan duduk”, katanya mempersilahkanku untuk duduk“Ada apa cah ayu?….dia bbertanya padaku dengan nada menggoda..Sambil menunduk, akupun pun mengatakan keperluanku pada Om Roby sambil terbata-bata…“Mmmaaaff Om, anak saya sedang sakitt kerass…Keringat dinginku mulai mengucur….Terus??? Bokep Tante Tak satu jengkalpun bagian k0ntolnya yg tdk berkesempatan menikmati pelayanan bibir dan lidahku. Kepalaku yg masih berjilbab aku sandarkan di meja,sedang dua tanganku terentang berpgang pada tepian meja. Satu tanganya meremasi payudaraku, sedang tangan lainya sibuk menggosok memekku.“Mbak,yg bagian dalem memek mbak belum dibersihkan, biar k0ntol bapak nanti yg nggosokin bagian dalem memeknya mbak…hahahaha”, kata Om Roby..Om Roby berdiri di pintu kamarr mandi senyum-senyum melihat ulah Om Roby kepadaku.“K0ntol bapak udah ngaceng niyy” Wahhh…mimpi apa bapak semalem..selama ini bapak Cuma mbayangin ngentu mbak Vina…impiaan bapak jadi kenyataan..“Om Roby, itu jilbabnya dipakein lagi”“lebih ngacengin kalo make jilbab”“Siapp bosss…” kata Om RobySetelah selesai membersihkan diriku, aku pun disuruhnya lagi memakai jilbab, namun




















