Buah dadanya sangat besar. “Ngg…, nggak kok…”, jawabku gelagapan. Film Porno “Tentu boleh dong, nggak bawa payung ya, Dian?”.“Biasanya sih bawa, cuma tadi pagi terburu-buru, jadi ketinggalan, Pak”. “Sama-sama, udah dikunci semua kelasnya, Dian?”. Hanya tinggal aku dan Dian. Kami kebetulan saat itu berada di ruang tunggu orang tua murid yang berdekatan dengan ruang sekretariat tempat kerjanya sehari-hari. Pada suatu hari Rabu, sekitar seminggu yang lalu, saat kami hendak pulang dari kantor, hujan turun dengan lebatnya, office boy sudah pulang duluan. Aku rasanya ingin pipis. Lima belas menit kami dalam berada dalam posisi seperti itu. Coba kamu periksa lagi ruang-ruang kelas yang ada. “Baik Pak”. Pada hari-hari pertama, Dian memang telah menunjukkan sikapnya yang ‘mengundang’. Aku rasanya ingin pipis. crott!”, sekitar 10 kali semprotan masuk ke sana, aduh…, nikmatnya luar biasa.Tak percuma aku mempekerjakan sekretaris seperti dirinya, karena servis yang diberikannya luar dalam amat memuaskan.




















