Ibu cantik sekali dan sangat perhatian padaku. Bu Heidy berpaling ke arahku sambil tersenyum. Bokeb “Ya Ma, baik”Pagi itu Senin, bu Heidy siap berangkat, ayah ibu dan Remy sudah berangkat lebih pagi, seperti biasa, kemudian setengah delapan saya mengantar bu Heidy dengan memboncengkannya pakai sepeda motor. Saya sempat tersentak. Angan-anganku semula, yang penting dengan kehadiran ibu tiri ini ayah menjadi semakin bahagia.Namanya usaha apapun hasilnya tentu memiliki nilai tersendiri, ibu tiriku yang kemudian aku sapa dengan suka-rela pakai sebutan ‘mama’, ini akhirnya agak membaik, walapun tidak secara frontal, lambat-laun. Biar papa nanti yang cuci” katanya setengah berbisik kepadaku.“Ya Pa, Rendi baik-baik saja” kataku penuh hormat.Pagi itu Papa mengantar Remy, sekalian mengantar mama tiriku ke dokter kandungan. uh……” desahku diikuti desah bu Heidy sahut-sahutan. Sulit untuk digambarkan. Perempuan cantik itu memeluk punggungku ketat dan kaki kami saling berlilitan.




















