Perkenalanku dengan gadis cantik itu mendapat berbagai halangan, baik dari teman-teman (yg sirik), keluarga kami (karna perbedaan religi), dan tentu saja para sainganku (kebetulan Sely sendiri adalah seorang cewek idola).Hohoho.. Bokep Crot huh? Dia hanya bingung melihat prestasiku yg melorot 23 peringkat saat cawu 1, dan kubilang saja karna papa dan mama ribut melulu. Lalu ia bangkit berdiri, menuju ke ruang tengah rumahnya dan telunjuknya memanggilku mengikutinya. Kubuka bajuku, menempelkannya di payudaranya, merasakan kenikmatan dan kehangatannya.Kuciumi bibirnya dengan lebih bernafsu. Kutelepon ke rumahnya, memintanya sudi menemuiku untuk yg terakhir kalinya. Itu ciumanku yg pertama, hahaha… bergetar.. Dia bahkan sempat memberi wanti-wanti, “Arka… jangan cerita-cerita okay?” Oh… tentu tidak dengan menggunakan namanya dan namaqu yg asli, hohoho.Nah, hari-hari berikutnya, karna ia tidak pernah menolak, jadi aqu pun mulai berani melepaskan baju atasku, menikmati kehangatan dadanya di dadaqu sambil menciumi bibir dan telinganya.




















