Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di meqiku. Film Porno “O gitu pak, sori gak maksud menyinggung”.“Gak papa kok say, ntar kita have fun deh, dah gak sabar neh nunggu kamu selesai kerja”. “Ya, om”, jawabku. Di dalam lift aku dipeluknya. Bapak nunggu Dina di pintu keluar gedung parkir aja, Bapak drive sendiri kan”. Om.., Dina nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya. Beberapa saat kami diam di tempat dengan batangnya yang masih menancap di meqiku.Kemudian Dia membimbingku ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat. “Jangan manggil pak dong, rasanya jadi tua deh”. “Jangan manggil pak dong, rasanya jadi tua deh”. Dadanya yang berbulu merangsang dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku. “Napa om…”, belum selesai aku menjawab, kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku.




















