Desi Yang Menggoda Dengan Mulut Penuh Nafsu

“Rian gerakin dong burungnya” pintanya memelas tapi tidak menghentikan goyangan pinggulnya.Aku mulai menggoyangkan pinggulku mengikuti gerakkannya. Aku terdiam, kemudian melepaskan tangannya. Bokepindo “Hgkh..” pekiknya saat penisku masuk.“Rian yang cepet ya..” katanya lirih. rian enak bangetth..” dengan nafas terengal-engal. Aku masih ingat bagaimana dulu aku sering sekali memelototi dadanya yang ranum. Goyangan mba indah makin kencang, sesekali dia memutar kepalanya untuk meyibak rambutnya yang jatuh kebawah.“Akh..akh… akh..AGGHHHHHH…” tiba-tiba tubuhnya menegang. rian enak bangetth..” dengan nafas terengal-engal. Burungku makin tegang dan makin membesar.“Mba…” kataku lemah karena keenakan. “Tenang ya rian, mba obatin dulu ya” katanya. Kemudian dia menaikkan bajuku dan mengetuk-ngetuk dadaku layaknya seorang dokter.“Wah de ini sakitnya parah” katanya. Aku mengerti maksudnya, kemudian aku memposisikan tubuhku diantara selangkangannya. Mukaku semakin merah, apalagi burungku secara perlahan tapi pasti menegang membesar.Mba indah malah tertawa “Nah aku bilang apa, ini dia masalahnya, tuh dia makin keras, makin besar !” sambil mengelus-ngelus lembut burungku.Tubuhku tergetar karena nikmat yang menjalari tubuhku.

Desi Yang Menggoda Dengan Mulut Penuh Nafsu

Related videos