Beberapa detik lantas saya sadar bakal bahaya untuk Erna. Saya memperhatikan dengan sabar namun sesekali saya berikan pandangan yang luas tentang makna hidup, mamang kata teman-teman saya, saya dapat menyerahkan rasa nyaman bila bicara, tersebut kata teman-teman saya (khususnya yang wanita) saya sendiri tidak merasa demikian, wah GR nih. Bokeb – Oke, sepakat kami mengarah ke sebuah lokasi di wilayah pinggiran kota Bogor, tempatnya menyokong untuk sepasang yang sedang gundah gulana untuk menyampaikan perasaan yang lebih jauh. WTS), tidak tahunya perempuan benar-benar perempuan karier, namun belum mengejar karier yang jelas.Dari gaya bicaranya Erna suka dengan saya, lantas saya melanjutkan lagi diskusi sampai nyaris sejam lebih. Akhirnya saya berpisah dan sampai saat ini saya tidak pernah bertemu lagi. tidak boleh terusskan.. Mass.. crott.. Mas..”
“Mas”, namun tidak apa deh, dengan senyum lagi saya jawab,
“Dimana..”Dengan tidak banyak basa-basi kesudahannya saya perkenalkan diri saya dan saya ajak santap bersama, kebenaran saya sedang lapar, eh dia pun mau.




















