Akupun mulai kewalahan menutupi batangku yang mulai berdiri.Selesai masak, kami sepakat makan di ruang keluarga sambil menonton tivi. Perlahan ku usap wajah Dian, dan menyeka airmatanya. Bokep Gang itu tadinya hanya sebuah kebun, kini berdiri tiga rumah di keun itu. Kuciumi dia yang memukuliku. Dian terus saja mendorongku dan ia semakin panik ketika tidak sengaja ia menyentuh selangkanganku. Aku baru pulang persami. Dan tangannya pun menggapai-gapai dan mencengkeram erat sofa lalu memeluk kepalaku yang sedang mengulum dan jilati putingnya. Lima belas menit kemudian, terdengar telepon. Sementara di luar sana, hujan deras dan guntur masih terus mendera. Dian meronta, namun gerakannya malah membuat batangku masuk semakin dalam dan dalam sampai ke pangkalnya. Besar resikonya kalau “makan” anak tetangga sendiri, hehehe.Segera kuambilkan handuk, kaos, celana training dan jaket dan kuberikan padanya.




















