Tante Ratih tinggal persis di sebelah rumahku. Vidio Sex Wajah cakep. Aku khawatir kalau-kalau bayinya nanti hitam. Lalu kupompa dengan ganas.“Diiiiiiiit”, rengeknya mereguk nikmat sambil merangkul leher dan punggungku dengan mesra. Otakku lebih terbuka mencerna rumus-rumus ilmu pasti dan fisika kalau pagi. Kumakan habis selagi berdiri. Kujelajahi sampai dua pertiga lapangan sambil mengarak dan mendrible bola, sementara Tante merapatkan pertahanan menunggu serangan sembari melayani dan menghalau tusukan-tusukanku yang mengarah ke jaring gawangnya.Selama lima menit berikutnya aku semakin meningkatkan tekanan. Penuh hasrat aku mengangkat dan memondong Tante Ratih ke kamar tidur.“Duh, kamu kuat sekali Dit”, pujinya melekapkan wajah di dadaku.Kubaringkan dia di ranjang, handuk yang membalut tubuh telanjang-nya segera kulepas. jangan buru-buru ya sayang.” Dan aku memang berusaha mengendalikan diri menghemat tenaga. Tante Ratih diam beberapa saat.“Di kamar tidur Tante?”, tanyanya.“Ya saya tidur di bawah”, kataku.




















