Namanya Sutoyo, usianya sama dengan ibuku, 42 tahun. Bokep Indonesia “Bannya kempes Bu, nambal dulu!” jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang tentu saja pucat dan malu. Kebencianku kepada Pak Toyo begitu dalam. “Sakit ya Pak?”. Disuruh ibumu ya?”. Sorenya aku sengaja pergi dengan berbagai alasan saat Pak Toyo menjemput ibu pulang.Namun meski aku sudah berusaha untuk terus menghindar, peristiwa itu toh terulang lagi. Bertiga mereka naik mobil dinas Pak Toyo pulang ke rumah mereka. Aku tak ingin ibuku kehilangan kebahagiaan yang baru saja didapatnya. Kemudian ia membuka pakaiannya sendiri. Untuk menyambung hidup dan membiayai sekolahku dan Charles, ibuku terpaksa membuka toko jamu di samping rumah. Kubiarkan ranjang morat-marit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. “Bannya kempes Bu, nambal dulu!” jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang tentu saja pucat dan malu. Sesuatu yang belum pernah kualami sebelumnya. Ibu masih muda dan cantik, tentunya ia butuh seseorang untuk mendampinginya, melanjutkan kehidupan. “Kalau kamu berteriak, semua tetangga akan berdatangan dan ibumu akan sangat malu”, katanya dengan suara




















