Kami berdua menarik nafas panjang. Ia sangat setuju dan antusias. Bokeb Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Setelah agak lama aku pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Betul-betul suatu akhir pekan yang susah dilupakan. Tidak terlalu susah aku membuka kimononya, sejenak kemudian tampak pemandangan yang cukup mempesona. “Nih kamu pakai kimono satunyaâ€, kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup serasi dengan warna-warni seragamnya. Setelah agak lama aku pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Tangan kirinya ditekuk seperti akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya.










