3 tahun aku terus menunggu kamu mau jalan lagi ma aku.” Lanjut Damar.Dia membelai-belai rambutku dengan lembut. Bokep Family Hmmm, gak bisa kupungkiri kalau aku juga kangen Damar.Tak sabar rasanya meqiku ini pingin dimasukin penisnya lagi.Kami pindah ke kamar Damar karena takut tiba-tiba ada tamu.Di dalam kamar, kami melanjutkan saling berciuman. Kalau kamu cuma mau sebentar-sebentar dan cuma mau puas sendiri, lebih baik kamu beli boneka sex saja.”Damar terlihat kaget.“Oh, jadi selama tiga tahun kamu terus menolak aku itu karena masalah ini ya?”“Iyalah. Kelimpungan dengan celana melorot setengah. Hehehehe…” Jawabnya sambil senyum-senyum.“Kamu kenapa sih Be? Kenapa nggak aku terima saja ajakannya.Akhirnya entah dari mana awalnya, aku dan Damar sudah berciuman. Hari minggu kemarin tiba-tiba aku merasa kesal dan bosan. Hmmm, penisnya terasa nikmat. Dan akhirnya aku menggenjot penis Damar.“Uuuuuhhhh beee, cepetin be.”“Mar, penisnya masuk banget, aaghh Marr. Daripada jenuh di rumah. Sama seperti pertama, sedikit susah dimasukkan, tapi aku tidak menyerah, aku makin membenamkan meqiku pada penisnya.




















