Kugeser dudukku, kami saling berpandang sejenak, lalu kuberi isyarat dengan mata agar Lina duduk di sebelahku. Film Porno “Eh.., ng.., iya Mbak.., ini..”, jawabku agak parau sambil menunjuk ke arah bungkusan kaos joger. “Kepalang tanggung”, begitu pikirku pada akhirnya. Frank yang hobby bobok masih menjadi bosku, di dampingi seorang pramugari montok bernama yuni dan pramugara gebleg bernama Ardi. Sampai kemudian sejak SMP pelajaran ‘mempermainkan jari’ telah kulampaui dengan penuh keberanian dan kenekadan setiap kunaiki kendaraan umum, gara-gara hobby baruku nonton film biru.Saat di SMA, seorang teman menertawakan ketololanku karena belum pernah melakukan onani dan hanya mengandalkan mimpi basah sementara adik-adik kelas antri untuk menjadi mangsaku (mengingat saat itu aku aktif sebagai ketua OSIS). “Sabar Jul..”, begitulah kira-kira kata hatiku.Sekitar dua menit kemudian darahku sudah mengalir lebih tenang. Yuni memanggilku ke kamarnya, biar lebih enak ngobrolnya. Kulihat pipinya memerah. Sengaja kubuka pintu sedikit, tak sampai 2 menit, pintu kamarku terbuka dengan pelan.




















