Kedua kali ia memasukkan jari tangannya. Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. Video bokep Aku harus memulai. Ia terus mengelap pahaku. Toh, si setengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba di salonnya. Keringatnya meleleh seperti yang kulihat sekarang. Hap.“Mau pijit lagi..?” ujar suara wanita muda yang kemarin menuntunku menuju ruang pijat.“Ya.”Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Tapi ia dingin sekali. Bodoh amat. Dingin. “Ya sekarang Sayang..!” katanya.“Halo..?” katanya sedikit terengah.“Oh ya. Ia menyenggol kepala juniorku. Ia menyentuhnya. Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Ini kesempatan kedua. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Aku duduk di belakang, tempat favorit. Aku membayangkan dapat menjepitnya di sini. Ciut. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas.




















