Lalu ia memijat lutut. Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja. Indo bokep Sesekali tangannya nakal menelusup ke bagian tepi celana dalam. Keringatnya meleleh seperti yang kulihat sekarang. Begini saja daripada repot-repot. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?“Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Tapi ia dingin sekali. Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya. Ayo. Ayo. Aku perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Lalu ia mengolesi dadaku dengan cream. Dingin. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Pokoknya turun.“Kiri Bang..!”Aku lalu menuju salon. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari.




















