Satu tangan Bayang Ireng memegangi belakang kepala Ratri dan memaksa Ratri menelan batang hitam itu, sementara Sekar dengan sukarela menjulurkan lidahnya dan menjilati batang satunya. Bokepindo Aku yang akan menghadapinya.”
Pasangan suami-istri itu hanya bisa mengantar kepergian Sekar. Dan “tambang” itu berhubungan dengan tubuh Bayang Ireng, seperti bayangan yang menyerangnya tadi. Andai dilihat lebih dekat, mata Sekar akan terlihat kosong. Terlihatlah oleh Sekar bahwa keadaan Ratri justru tidak seperti yang diperkirakannya. Bahkan ketika semburan itu usai, keduanya masih mengisapi dan menjilati bibit yang tersisa. Dan “tambang” itu berhubungan dengan tubuh Bayang Ireng, seperti bayangan yang menyerangnya tadi. Sahabatnya itu telah ditemukannya, dalam keadaan bersimpuh menghadap sosok bertubuh besar yang duduk di tengah, di depan candi yang runtuh. “Mengintip seperti itu, apa maumu hah?”
Sekar melompati pagar candi dan maju menyerang si hitam, langsung menghunus pedang. Ratri tak bisa memasukkan seluruh batang itu ke dalam mulutnya, maka dia mengelus sisa panjangnya, sementara dia berjongkok dan membiarkan bayangan di bawah dirinya mengeluarkan satu lengan yang menggoda kemaluannya.




















